Filed under: Uncategorized
Sahabat, apakah Anda seorang penikmat tanaman? Mengamati tanaman bisa membuat kita makin merasakan kebesaran Tuhan. Tanaman yang biasa kita anggap sebagai hiasan ternyata memiliki keajaiban yang mengagumkan. Adenium misalnya. Saat berhadapan dengan musim kemarau yang sangat ganas, daun-daun adenium akan rontok untuk mengurangi penguapan dan menghemat air. Setelah daun-daunnya rontok, kemudian muncullah bunga-bunga adenium, yang yang indah. Ini juga merupakan kiatnya untuk bertahan. Ketika panas kemarau mengancam hidupnya, dia keluarkan bunga-bunga yang cantik itu. Jika kemudian adenium itu makin lemah dan terancam, maka bunga-bunganya akan melahirkan buah dan dan dari buah itu, biji-bijian akan keluar. Dan tumbuhlah adenium-adenium baru sebagai gantinya.
Seringkali, Saya dan sahabat sedih memandang hidup ini. Kamalangan, penderitaan, tantangan datang silih berganti tak ada habisnya. Setiap hari berita media mengabarkan kemalangan sahabat-sahabat kita. Tetapi walau bagaimana, Tuhan Yang Maha Pengasih menciptakan kita dengan kemampuan yang luar biasa untuk mengatasi kompleksitas problem hidup. Semakin dewasa kita (makin kompleks masalahnya), maka makin meningkat pula kemampuan yang kita untuk mengatasinya. Kemampuan itu hanya ada di dalam diri kita. bukan di luar diri kita. Karena Tuhan menciptakan kita dari awal dalam “kesempurnaan”. Bukankah tidak ada yang dapat menyempurnakan hal-hal yang sudah “sempurna”?
Untuk dapat mengatasi segala masalah, kepedihan, dan penderitaan dalam hidup, rasanya kita harus melihat ke dalam diri kita, bukan keluar. Kita harus lebih mengenal diri kita. Kepedihan, penderitaan, sebenarnya adalah sinyal yang memberitahukan bagian dari diri kita yang tersumbat. Dengan mengetahui bagian mana yang tersumbat, maka kita bisa memaafkan diri kita. Memaafkan diri kita akan membuat otot-otot jiwa akan mulai menguat dan kemudian penderitaan lewat dengan damai. Setelah berbagai penderitaan itu kita lewati dengan damai, maka –seperti layaknya adenium yang mengeluarkan kecantikan bunganya- keindahan akan muncul dari dalam diri kita. Seiring dengan kematangan yang kita tuai, maka keindahan dari makin mendekatnya keparipurnaanpun akan memancar.
3 Comments so far
Leave a comment
Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
betul…betul… tapi ap yg terjadi saat kemalangan datang bertubi tubi … saat sang adenium terus berharap hujan akan datang… harapan nya … kian hari kian pu2s krn hujan t kunjung dtg & dia tlh kehilangan smua daun & bunga…smpai kpn akn trs berharap… ???
Endang 08.11.08 @ 8:04 pmsaat krisis melanda seorang anak manusia, ada dua kemungkinan: hancur lantak atau terbang lebih tinggi dengan semua potensi baru. jadi, setiap menghadapi krisis atau masalah, bersiaplah akan sebuah perubahan besar. yakinlah bahwa saat itu, tangan Tuhan tengah bekerja untuk mempercantik hidup kita…
Dhewiberta 08.14.08 @ 12:01 ampada dasarnya suatu kemalangan, atau penderitaan itu dianggap sbg 2 hal. Hukuman atau cobaan. Kita mendapat kemalangan mungkin krn kita tlh berbuat salah, yg sec sadar/mungkin sec. tdk sadar kita lakukan. Jika kita merasa tdk berbuat salah, maka itu berari cobaan, dr Allah. Maka dr itu kita hrs selalu bersabar dlm menghadapi cobaan. hrs selalu instropeksi&istigfar. Yakinlah Allah maha pengampun & penyayang. Dan yang penting… tetap semangat menjalani hidup!!!!
trihastuti 04.04.09 @ 3:07 am