Cakrawala


Be Present
February 12, 2007, 4:23 am
Filed under: Uncategorized

Be Present

Present Moment, wonderful moment.

Wahai betapa beratnya hidup ini, sahabat. Setiap hari dari pagi sampai malam kita selalu berkejaran. Dengan waktu, dengan mimpi, dengan kawan dan bahkan dengan diri sendiri. Katanya, sahabat, semua itu demi satu kata, “kebahagiaan”. Untuk kata itulah kita semua orang bekerja membanting tulang, berlomba untuk mencapai yang terbaik.

Baik sahabat, mari kita luangkanlah waktu sejenak. Marilah kita ambil jarak, dan mari kita pandang diri kita yang selalu berpacu.

Dan itulah kita. Kita ingin menghasilkan lebih banyak. Kita ingin lebih efisien. Demi efisiensi kita sering lakukan berbagai hal bersamaan. Makan sambil bekerja, belajar sambil menonton TV, dan lain sebagainya. Karena kita ingin menyelesaikan semua dengan cepat. Demi efisiensi waktu, prinsip ekonomi, sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui.

Lihat sahabat, kita berhasil memanfaatkan waktu dengan baik. Kita tidak membuang-buang waktu karena waktu adalah berharga. Kita berhasil melakukan dua kali lebih banyak pada waktu yang sama. Yah, meskipun dengan capek mental dan fisik yang datang mendera.

Tapi apa yang telah kita lakukan dengan waktu yang berhasil kita sisihkan. Mengapa kita harus membuangnya juga? Memanjakan nafsu konsumerisme, belanja berlebihan, menonton tv sampai malam, dan bahkan kita tidur seharian. Mengapa kita repot-repot menghemat waktu jika kita harus membuang sisa waktu kita juga?

Ada sebagian dari kita yang tersadar dan mengkritik. Kesadaran mulai muncul bahwa kita menjadi tereduksi seperti mesin.Dalam konsep industri modern, semua mesin dirancang untuk kecepatan. Sebuah mesin yang menghasilkan lebih banyak pada waktu yang sama bernilai lebih tinggi. Memakai konsep yang sama untuk kita manusia, hanya menyebabkan human values menjadi sub ordinat dari aspek-aspek ekonomi. Dan itulah sebabnya mengapa susah sekali  untuk bisa hidup berkonsentrasi di zaman ini. Susah sekali untuk berdiam diri, kita selalu gelisah. Kita gugup, sehingga kita harus selalu berbuat sesuatu dengan mulut dan tangan kita. Kita menjadi mahluk konsumtif yang siap menelan apa saja, entah film, makanan, atau pengetahuan.

Mungkin itu sebabnya kita jauh sekali dari perasaan damai. Konon seorang bijak berkata,  A central aspect is that to be attentive to whatever one does”. Memberikan perhatian penuh atas apa yang dilakukan saat ini, adalah aspek pusat latihan menjadi damai. Kalau makan, ya makan saja. Kalau mendengarkan musik ya mendengarkan musik saja. Melakukan setiap hal dengan konsentrasi adalah kuncinya. Karena kedamaian, katanya, adalah hidup disini dan saat ini. Be present, because present moment is wonderful moment! Jika berhasil melakukannya tidak akan ada lagi hantu masa lalu dan setan masa depan yang mengejar-ngejar. Karena masa lalu telah berlalu, baik atau buruk. Dan masa depan belumlah terjadi. Tidak ada gunanya mengkhawatirkan sesuatu yang tidak nyata. Marilah lita nikmati hari ini. Karena hari ini yang demikian nyata akan menjadi abadi.




6 Comments so far
Leave a comment

Biar hidupnya gak terasa berat,… ya ‘Balance life’ lah…. :)

   Ikadyah 06.26.07 @ 9:40 pm

Questions:
1. apa itu kebahagiaan?
2. apakah membiarkan hidup mengalir seperti air, akan memberikan kebahagian..without dreams..without hopes..?
as i believed, mimpi2 lah yg akan mebuat hidup semakin hidup..
hehehe..:p

   Resipa 07.04.07 @ 6:48 pm

answers:
1. tanya psikolog. buatku sih kebahagiaan itu segelas kopi di halaman belakang. setelah capek nyiramin bunga2, sambil baca buku. oh ya di atas langitnya juga banyak bintang. that’s happiness
2. setelah sekian banyak orang diperbudak mimpi?

   arif 09.09.07 @ 10:29 pm

Menurut hetty kebahagiaan itu ada di hati masing - masing. kalau kita sudah merasa tentram dan nyaman, apalagi ketentraman ini karena keyakinan kita hanya ke pada Allah, inilah kebahagiaan sejati yang tidak bisa dinilai dengan apapun di dunia ini. Tidak perlu dengan harta yang melimpah atau pun pekerjaan yang bagus. kalau jiwa kita kosong sama saja kita tidak bahagia.

   Hetty 12.16.07 @ 9:43 pm

Kala kita selalu berkejaran dengan waktu… siang untuk malam, malam untuk siang, itu bukanlah untuk mengejar kebahagiaan. Itu semua demi kepuasan. Kita merasa puas jika kita telah melakukan sesuai yg direncanakan. istilahnya Target terpenuhi..Merasa puas belum tentu merasa bahagia. Bahagia letaknya jauh sekali di relung hati yang paling dalam. kala aku menghayal berada di negri di atas awan…dimana kedamaian menjadi istananya… mungkin itulah arti kebahagiaan

   deddy 01.25.08 @ 1:05 am

happiness = get a wife and have some kids :)

   paijo 12.19.08 @ 9:24 pm



Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>