Filed under: Uncategorized
Kebahagiaan, suatu topik yang selalu menarik untuk dibicarakan. Topik ini juga tidak terikat ruang dan waktu. Sejak dulu kala, dari zaman manusia muncul pertama kali ke muka bumi hingga sekarang di manapun manusia berada, kebahagiaan selalu menjadi diskursus yang penting.
Oleh sebab itulah jangan heran kalau sekarang kita bisa menemukan bejibun literatur tentang kebahagiaan baik yang kuno maupun yang menggunakan teori modern sekarang ini. Dari yang menggunakan agama dan nilai-nilai moral sebagai acuan hingga yang mengacu pada rasio dan pemenuhan hasrat.
Satu hal yang menarik untuk dikaji adalah pengaruh kapitalisma yang mencengkeram dunia terhadap pandangan orang tentang kebahagiaan. Saat ini dengan kapitalisme yang menempatkan pemegang kapital sebagai dewa dan konsumerisme terus digenjot demi apa yang disebut pertumbuhan ekonomi, banyak orang yang merasa kebahagiaan sebagai kepemilikan. Bahagia datang dari rumah yang megah, harta yang berlimpah, istri/ suami yang wuaahh dll. Ini adalah distorsi yang menyengsarakan dan mengungkung karena apapun yang berasal dari luar diri manusia bukanlah kebahgiaan yang hakiki. Kebahagiaan yang hakiki hanya dapat ditemukan dari dalam diri sendiri dari apa yang sudah diciptakan oleh Tuhan untuk kita.
Erich Fromm menyatakan bahwa pribadi yang matang menggantungkan kebahagiaan pada ke-menjadi-an. Berlawanan dengan modus kepemilikan (having mode) yang meletakkan kebahagiaan dari hal-hal di luar kita, modus menjadi (being mode) meletakkan kebahagiaan dari hal-hal intrinsik diri kita.
Jika Anda adalah seorang having mode, anda merasa bahagia jika memiliki harta yang banyak, memiliki pasangan yang ideal, memiliki karir yang bagus dll. Kebahagiaan seperti ini menurut Fromm diidap oleh orang-orang yang belum sempurna pertumbuhan kepribadiannya Kebahagiaan ini sangatlah rentan. Apalagi di zaman sekarang di mana segala apa yang Anda miliki bisa dengan mudah menghilang; harta Anda bisa dirampok, istri Anda bisa menyeleweng atau meninggal dunia, karir anda bisa hancur oleh intrik yang tidak sehat de el el.
Sedangkan being mode adalah kebahagiaan yang lebih kuat. Anda bahagia jika anda menjadi suami/ istri yang baik, menjadi anggota masyarakat yang membawa perbaikan, menjadi seseorang yang mau membagi hartanya dengan orang lain, de el el. Semua berasal dari dalam diri anda sendiri, anda bisa mengusahakannya dan anda bisa menikmatinya lebih kekal.
So modus apa yang ingin Anda pilih??? After all happiness is a choice. Siapkah kita dengan fakta itu?
Wallahu alam.
3 Comments so far
Leave a comment
Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
aku setuju kalau kebahagiaan yang hakiki menurut di atas itu harus datang dari diri sendiri dan bukan dari faktor luar. tapi bukankah membahagiakan orang-orang di sekitar kita juga penting? i mean, seeing them happy makes me happy too. walaupun aku harus berkorban untuk melakukan hal yang nggak begitu aku suka. let’s say, ada seseorang yang berbakat seni tapi karena seni tidak menjanjikan hidup nyaman, dia mengikuti saran orangtuanya untuk sekolah manajemen dan menjadi esmud. yang coba dia lakukan adalah membahagiakan orangtuanya.
jchantique 03.16.09 @ 8:48 amjadi kita harus memilih apakah “insist”membahagiakan diri sendiri atau mengorbankan diri sendiri tapi tetap bahagia karena melihat orang-orang di sekitar kita bahagia?
and i agree that “happiness is a choice” tapi ada pengorbanan di dalamnya. heheh…
so, for me, happiness is complicated. (or is it only me who say that?)hehe
Yessika, kamu baru saja membeberkan satu rahasia kebahagiaan.. sejauh yang kutahu, kebahagiaan tanpa pengorbanan is impossible. he he….
ayipp 03.16.09 @ 5:26 pmsiiip…. hidup itu pilihan. jalan hidup mana yg akan kita pilih ? itu kptsn kita sendiri. setiap orang ingin hidup bahagia. Bahagia yg model apa yg mjd kriteria hidup tiap orang berbeda satu dg lainnya. So… ambil kpts untuk hidupmu sendiri, dan nikmatilah hidup ini sebaik-baiknya.
trihastuti 04.04.09 @ 3:16 am